Sabar? Sampai kapan??
Hari ke 2 setelah gw mendapatkan duit pesangon yang ‘Ga Seberapa’ dibanding kerja keras gw yang udah 7thn itu kini sangat terasa membosankan! Gw bagaikan berada di lorong yang gelap tanpa bisa melihat jalan dan coba merangkak perlahan namun tak tahu arah,menyedihkan sekali ! Yap… Begitulah kenyataannya. Terserah orang mau bilang melow, melankolis dan sebagainya… Gw lebih suka meluapkan keluh kesah dan problem dalam sebuah wadah seperti ini dibanding menceritakan ke teman yang akhirnya tidak menghasilkan solusi dan cuma ucapan sabar atau simpatik, sabar? Mau sampai kapan?? Tapi inilah sisi lain gw yang kebanyakan orang tau itu gw ceplas-ceplos, urakan, cuek dan asal jeplak kalo ngomong. Sifat manusia itu bisa berubah sewaktu-waktu tergantung keadaan dan kondisi hati manusia itu sendiri bukan?
Makan jadi 2 kali sekali itupun ga pernah abis, semua termakan oleh oleh pikiran yang terus mengerogoti isi kepala “kemana gw akan kerja? Kerja apa yaa?”. Hidup ga keurus tiap hari lebih banyak ngerokok hanya untuk ngilangin rasa kesal dan stress yang menghinggapi pikiran. Semua begitu terasa amat sangat menyiksa hati, hanya Allah yang tau betapa sulitnya cobaan yang gw hadapi saat ini, duit pesangon yang kemaren di kasih bos udah habis buat benerin motor dan ngasih ke nyokap,tapi setidaknya gw puaslah karena uang itu dipakai untuk keperluan yang memang penting dan bukan untuk poya-poya. “Tuhan, aku percaya bahwa cobaan yang kau berikan kepadaku ini pasti bisa aku lalui, tapi berikanlah aku kehidupan yang lebih baik di masa depan nanti… Agar aku lebih bisa menghargai Rezeki dan NikmatMu setelah aku mengalami masa sulit ini, ,amin !”.